Pages

Sabtu, 08 November 2014

HAK ASASI MANUSIA

1. Pengertian HAM
Menurut UU No 39/1999, HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh Negara, hukum, pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.
Dengan akal budinya dan nuraninya, manusia memiliki kebebasan untuk memutuskan sendiri perbuatannya. Disamping itu, untuk mengimbangi kebebasannya tersebut manusia memiliki kemampuan untuk bertanggung jawab atas semua tindakan yang dilakukannya.

Kebebasan dasar dan hak-hak dasar itulah yang disebut Hak Asasi Manusia yang secara kodratnya melekat pada diri manusia sejak manusia dalam kandungan yang membuat manusia sadar akan jatidirinya dan membuat manusia hidup bahagia. Setiap manusia dalam kenyataannyalahir dan hidup di masyarakat. Dalam perkembangan sejarah tampak bahwa Hak Asasi Manusia memperoleh maknanya dan berkembang setelah kehidupan masyarakat makin berkembang khususnya setelah terbentuk Negara. Kenyataan tersebut mengakibatkan munculnya kesadaran akan perlunya Hak Asasi Manusia dipertahankan terhadap bahaya-bahaya yng timbul akibat adanya Negara, apabila memang pengembangan diri dan kebahagiaan manusia menjadi tujuan.

Berdasarkan penelitian hak manusia itu tumbuh dan berkembang pada waktu Hak Asasi Manusia itu oleh manusia mulai diperhatikan terhadap serangan atau bahaya yang timbul dari kekuasaan yang dimiliki oleh Negara. Negara Indonesia menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia dan kewajiban dasar manusia. Hak secara kodrati melekat dan tidak dapat dipisahkan dari manusia, karena tanpanya manusia kehilangan harkat dan kemanusiaan. Oleh karena itu, Republik Indonesia termasuk pemerintah Republik Indonesia berkewajiban secara hokum, politik, ekonomi, social dan moral untuk melindungi, memajukan dan mengambil langkah-langkah konkret demi tegaknya Hak Asasi Manusia dan kebebasan dasar manusia.

2. Landasan Hukum Hak Asasi Manusia di Indonesia

Bangsa Indonesia mempunyai pandangan dan sikap mengenai Hak Asasi Manusia yang bersumber dari ajaran agama, nilai moral universal, dan nilai luhur budaya bangsa, serta berdasarkan pada Pancasila dan Undang-undang dasar 1945.
Pengakuan, jaminan, dan perlindungan Hak Asasi Manusia tersebut diatur dalam beberapa peraturan perundangan berikut:
A. Pancasila

a) Pengakuan harkat dan martabat manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
b) Pengakuan bahwa kita sederajat dalam mengemban kewajiban dan memiliki hak yang sama serta menghormati sesamam manusia tanpa membedakan keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan social, warna kulit, suku dan bangsa.
c) Mengemban sikap saling mencintai sesamam manusia, sikap tenggang rasa, dan sikap tida sewenang-wenang terhadap orang lain.
d) Selalu bekerja sama, hormat menghormati dan selalu berusaha menolong sesame.
e) Mengemban sikap berani membela kebenaran dan keadilan serta sikap adil dan jujur.
f) Menyadari bahwa manusia sama derajatnya sehingga manusia Indonesia merasa dirinya bagian dari seluruh umat manusia.

B. Dalam Pembukaan UUD 1945

Menyatakan bahwa “ kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa, dan oleh karena itu penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan pri kemanusiaan dan pri keadilan”. Ini adalah suatu pernyataan universal karena semua bangsa ingin merdeka. Bahkan, didalm bangsa yang merdeka, juga ada rakyat yang ingin merdeka, yakni bebas dari penindasan oleh penguasa, kelompok atau manusia lainnya.

C. Dalam Batang Tubuh UUD 1945

a) Persamaan kedudukan warga Negara dalam hokum dan pemerintahan (pasal 27 ayat 1)
b) Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak (pasal 27 ayat 2)
c) Kemerdekaan berserikat dan berkumpul (pasal 28)
d) Hak mengeluarkan pikiran dengan lisan atau tulisan (pasal 28)
e) Kebebasan memeluk agama dan beribadat sesuai dengan agama dan kepercayaanya itu (pasal 29 ayat 2)
f) hak memperoleh pendidikan dan pengajaran (pasal 31 ayat 1)
g) BAB XA pasal 28 a s.d 28 j tentang Hak Asasi Manusia

D. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia

a) Bahwa setiap hak asasi seseorang menimbulkan kewajiban dasar dan tanggung jawab untuk menghormati HAM orang lain secara timbale balik.
b) Dalm menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orangbwajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan oleh UU.

E. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia

Untuk ikut serta memelihara perdamaian dunia dan menjamin pelaksanaan HAM serta member I perlindungan, kepastian, keadilan, dan perasaan aman kepada masyarakat, perlu segera dibentuk suatu pengadilan HAM untuk menyelesaikan pelanggaran HAM yan berat.

F. Hukum Internasional tentang HAM yang telah Diratifikasi Negara RI

a) Undang- undang republic Indonesia No 5 Tahun 1998 tentang pengesahan (Konvensi menentang penyiksaan dan perlakuan atau penghukuman lain yang kejam, ridak manusiawi, atau merendahkan martabat orang lain.
b) Undang-undang Nomor 8 tahun 1984 tentang pengesahan Konvensi Mengenai Penghapusan segala Bentuk Diskriminasi terhadap Wanita.
c) Deklarasi sedunia tentang Hak Asasi Manusia Tahun 1948 (Declaration Universal of Human Rights).

3. Macam-Macam Hak Asasi Manusia

a) Hak asasi pribadi / personal Right

• Hak kebebasan untuk bergerak, bepergian dan berpindah-pndah tempat
• Hak kebebasan mengeluarkan atau menyatakan pendapat
• Hak kebebasan memilih dan aktif di organisasi atau perkumpulan
• Hak kebebasan untuk memilih, memeluk, dan menjalankan agama dan kepercayaan yang diyakini masing-masing

b) Hak asasi politik / Political Right

• Hak untuk memilih dan dipilih dalam suatu pemilihan
• Hak ikut serta dalam kegiatan pemerintahan
• Hak membuat dan mendirikan parpol / partai politik dan organisasi politik lainnya
• Hak untuk membuat dan mengajukan suatu usulan petisi

c) Hak azasi hukum / Legal Equality Right

• Hak mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan
• Hak untuk menjadi pegawai negeri sipil / pns
• Hak mendapat layanan dan perlindungan hokum

d) Hak azasi Ekonomi / Property Rigths

• Hak kebebasan melakukan kegiatan jual beli
• Hak kebebasan mengadakan perjanjian kontrak
• Hak kebebasan menyelenggarakan sewa-menyewa, hutang-piutang, dll
• Hak kebebasan untuk memiliki susuatu
• Hak memiliki dan mendapatkan pekerjaan yang layak

e) Hak Asasi Peradilan / Procedural Rights

• Hak mendapat pembelaan hukum di pengadilan
• Hak persamaan atas perlakuan penggeledahan, penangkapan, penahanan dan penyelidikan di mata hukum.

f) Hak asasi sosial budaya / Social Culture Right

• Hak menentukan, memilih dan mendapatkan pendidikan
• Hak mendapatkan pengajaran
• Hak untuk mengembangkan budaya yang sesuai dengan bakat dan minat 

Sumber : unknown

DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF PENGGUNAAN INTERNET

Interconnection network (internet) adalah sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung. Internet berasal dari bahasa latin "inter" yang berarti "antara". Internet merupakan jaringan yang terdiri dari milyaran komputer yang ada di seluruh dunia. Internet melibatkan berbagai jenis komputer serta topology jaringan yang berbeda. Dalam mengatur integrasi dan komunikasi jaringan, digunakan standar protokol internet yaitu TCP/IP. TCP bertugas untuk memastikan bahwa semua hubungan bekerja dengan baik, sedangkan IP bertugas untuk mentransmisikan paket data dari satu komputer ke komputer lainya.

Internet juga memiliki dampak negatif dan positif,tentusaja kita juga ingin mengatasi dampak negatif tersebut .
ada beberapa dampak internet dalam 4 bidang ,yaitu :
  • Bidang Agama
  • Bidang Ekonomi
  • Bidang Pendidikan
  • Bidang Sosial budaya
berikut tabel dampak internet dalam bidang kehidupan :

Interconnection network (internet) adalah sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung. Internet berasal dari bahasa latin "inter" yang berarti "antara". Internet merupakan jaringan yang terdiri dari milyaran komputer yang ada di seluruh dunia. Internet melibatkan berbagai jenis komputer serta topology jaringan yang berbeda. Dalam mengatur integrasi dan komunikasi jaringan, digunakan standar protokol internet yaitu TCP/IP. TCP bertugas untuk memastikan bahwa semua hubungan bekerja dengan baik, sedangkan IP bertugas untuk mentransmisikan paket data dari satu komputer ke komputer lainya.

Internet juga memiliki dampak negatif dan positif,tentusaja kita juga ingin mengatasi dampak negatif tersebut .
ada beberapa dampak internet dalam 4 bidang ,yaitu :
  • Bidang Agama
  • Bidang Ekonomi
  • Bidang Pendidikan
  • Bidang Sosial budaya
Kali ini Blogiespaboy akan memberi tahu tentang Dampak positif,negatif internet,dan cara mengatasi dampak negatif tersebut . berikut tabel dampak internet dalam bidang kehidupan :


Bidang Kehidupan
Dampak Positif
Dampak Negatif
Upaya Mengatasi
Dampak Negatif
Agama
- Mudah dalam mencari literatur atau informasi yang berhubungan dengan agama
- Bisa melakukan diskusi tentang agama pada forum di internet
- Mempermudah dakwa atau syiar agama melalui internet
- Terkikisnya nilai-nilai agama karena konten / isi internet yang cenderung bebas dan tidak terkontrok
- banyaknya isi internet yang bertentangan dengan nilai agama, Misalnya : judi, pornografi dan penipuan
- Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
- Melakukan kontrol dari orang tua, masyarakat dan pemerintah
Ekonomi
- Mempermudah perdagangan via online (online shop) jadi pembeli bisa membeli dari rumah
- mudah mencari informasi tentang harga barang dan komoditi
- mempermudah komunikasi dan perjanjian perdagangan antar negara
- Adanya penipuan yang dilakukan pedagang online (online shop)  atau barang yang dikirim tidak sesuai dengan gambar di internet
- Adanya penyalahgunaan atau pemakaian kartu kredit seseorang dengan membajak no pinya untuk digunakan untuk kepentingan pribadi (biasanya disebut carding)
- Perlu ada undang-undang perlindungan konsumen pada online shop

- Perlu ada perlindungan hukum lintas negara untuk tata transaksi online sehingga tidak terjadi penyalahgunaan dan penipuan yang merugikan secara ekonomi
Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan
- Mempercepat perkembangan ilmu pengetahuan dan tenologi
- memudahkan pelajar untuk mencari informasi dan ilmu pengetahuan
- terjadi pertukaran ilmu pnegetahuan dan teknologi antar negara
- Berkembangnya teknologi negatif, misalnya : adanya virus komputer, spam email dan pencurian data
- Perlu ada kontrol dari negara untuk membatasi isi atau konten internet yang negatif dan menghukum orang menyalahgunakan internet
Sosial Budaya
- Mudah untuk mempromosikan budaya nasional ke luar negeri
- terjadi percepatan perubahan budaya yang bersifat dinamis
- mudah mempelajarai budaya dari daerah atau negara lain
- masuknya budaya asing yang merusak dengan mudah
- terkikisnya budaya nasional karena masuknya budaya asing ke negara kita
- perlu adanya pembatasan konten internet yang berisi informasi tentang budaya asing yang negatif
- penguatan budaya nasional dengan adanya sekolah atau festival budaya nasional

Sumber: blogiespaboy

Tips Menghilangkan Bosan Saat Belajar

pernahkah kamu merasa bosan di tengah jam pelajaran sekolah ? Apa yang kamu lakukan saat berada pada situasi tersebut, tetap berusaha menyimak penjelasan guru atau justru melakukan hal-hal lain untuk mengusir rasa bosan yang Kamu rasakan?

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Indiana University Bloomington pada tahun 2006-2009 terhadap 275.000 siswa SMA di Amerika, diketahui sebesar 65% siswa mengaku mengalami kebosanan di kelas paling tidak sekali dalam satu hari (Sparks, 2012). 

Di Indonesia, masalah kebosanan siswa di kelas juga banyak ditemui. Rasanya cukup mudah untuk menemukan siswa yang memainkan handphone, berbicara dengan teman, menggambar, membaca bacaan yang tidak terkait dengan pelajaran, atau bahkan tertidur saat guru tengah mengajar di kelas. Kondisi tersebut tentu saja tidak ideal untuk berlangsungnya kegiatan belajar-mengajar di kelas. 

Lalu bagaimana caranya agar siswa terhindar dari rasa bosan di kelas? Cara paling baik yang dapat dilakukan guru adalah meningkatkan keterlibatan siswa di dalam kelas. Keterlibatan siswa ini dapat dijelaskan dengan menggunakan pendekatan teori flow.

Konsep flow pertama kali dikemukakan oleh Csikszentmihalyi (1990). Menurut pendapat Csikszentmihalyi (1990, dalam Rupayana, 2002), flow adalah perasaan yang timbul pada diri seorang manusia saat ia bertindak secara total di dalam kegiatan yang ia ikuti. Nakamura dan Csikszentmihalyi (2002) menerangkan bahwa seseorang yang mengalami flow akan menganggap aktivitas yang ia lakukan penting dan berharga untuk ia lakukan, terlepas dari ada atau tidaknya gol yang dapat dicapai dalam melakukan kegiatan tersebut. Individu yang mengalami flow biasanya terlibat secara intens di dalam kegiatan yang ia lakukan, sehingga tak jarang mereka cenderung untuk tidak sadar dengan waktu atau tempat (Schunk, Pintrich & Meece , 2008).
Flow tidak terjadi secara tiba-tiba. Menurut Csikszentmihalyi (1997, dalam Shernoff, Csikszentmihalyi, Schneider & Shernoff, 2003).

untuk dapat mengalami flow, (1) seseorang perlu berkonsentrasi, (2) merasa berminat, serta (3) bersemangat pada saat saat ia melakukan suatu aktivitas. Ketiga unsur tersebut perlu untuk terpenuhi pada saat yang bersamaan agar flow bisa terjadi. Di dalam setting sekolah, flow diketahui dapat terjadi pada siswa jika tugas-tugas yang diberikan oleh guru sesuai dengan kemampuan yang dimiliki siswa. Tugas-tugas sekolah yang diberikan kepada siswa sebaiknya tidak terlalu mudah tapi juga tidak terlalu mudah. 

Flow juga terjadi saat kondisi lingkungan belajar dapat membuat siswa lebih semangat, terstimulasi, serta mau untuk lebih terlibat di dalam proses belajar. Selain itu, flow bisa pula terjadi jika siswa menemukan adanya relevansi antara materi yang dipelajari dengan kehidupan mereka sehari-hari. Terakhir, adanya keleluasaan yang cukup besar pada siswa untuk mengontrol aktivitas belajarnya juga diketahui dapat membuat siswa mengalami flow.

Flow diketahui memiliki dampak positif terhadap performa belajar siswa. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Shernoff, Csikszentmihalyi, Schneider dan Shernoff (2003) menunjukkan bahwa siswa yang mengalami flow lebih mau untuk terlibat di dalam proses belajar, mengalami peningkatan performa akademik, lebih merasa bersemangat saat mendapat tugas yang cukup menantang, dan cenderung lebih baik dalam hal atensi, mood serta motivasi belajar dibandingkan siswa-siswa lain yang tidak mengalami flow. 

Hasil penelitian lainnya yang menunjukkan eratnya kaitan flow dengan pencapaian akademik ditemukan oleh Engeser et al. (2005, dalam Schuler & Engster, 2009). Hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa pengukuran flow di awal semester pada siswa yang mengambil kelas bahasa asing dapat memprediksi pencapaian mereka di akhir semester.

Teori flow cukup mudah diaplikasikan di dalam setting belajar-mengajar di kelas. Schunk, Pintrich dan Meece (2008) memberikan lima tips untuk mengaplikasikan teori flow di dalam kelas.
Tips tersebut antara lain:
1. Sesuaikan antara tingkat kesulitan tugas dengan kemampuan yang dimiliki oleh siswa: Tugas yang diberikan kepada siswa sebaiknya bersifat menantang, namun masih dapat dikerjakan oleh mereka. Dengan demikian, tantangan tersebut dapat membuat siswa termotivasi untuk menyelesaikannya, bukan malah membuat mereka menjadi demotivasi.
2. Ciptakan kesempatan bagi siswa untuk menentukan pilihan, mengambil keputusan, dan aktif melakukan sesuatu: Contohnya pada pelajaran komputer, siswa diminta untuk membuat sebuah program sederhana. Namun mereka diberi kebebasan untuk membuat program apapun, asalkan sesuai dengan apa yang telah dipelajari di kelas.
3. Ciptakan iklim emosional yang positif dan bebas dari rasa takut, cemas, atau emosi negative lainnya di kelas dapat memancing siswa untuk dapat mengalami flow saat sedang belajar di kelas.
4. Berikan tugas yang memiliki tujuan jelas: Hal ini sesuai dengan pandangan dasar dari teori flow, yakni keterlibatan mendalam di dalam suatu aktivitas dapat terjadi apabila individu mengetahui target atau gol secara jelas. Target yang jelas ini akan membantu siswa agar usahannya lebih fokus.
5. Menciptakan berbagai kesempatan untuk memberikan umpan balik: Saat siswa sedang mengerjakan latihan di kelas, guru sebaiknya berkeliling sambil melihat progress para siswanya. Dengan berkeliling, guru dapat memberikan kesempatan untuk bertanya sesegera mungkin saat ia mengalami kesulitan untuk mengerjakan soal latihan.


Sumber: ruang psikologi
 

Template by BloggerCandy.com